Siap - siap berganti ZODIAK (Ophiuchus)

♠ Posted by Aryni Ayu in
.....Sha la la la la mana bintangmu,Sha la la la la ini bintangku, Marilah kita tebak tebakan Pribadimu pribadiku...


Masih ingat semasa kecil lagu orang dewasa yang berjudul Bintangku Bintangmu, yang barusan diketahui kalau yang menciptakan adalah Pengantar Minum Racun (PMR).
Lagu tersebut menceritakan tentang zodiak atau dalam bahasa biasa kita sebut dengan bintang. Apa sebenarnya zodiak itu ?, sebenarnya zodiak melambangkan rasi bintang. Rasi Bintang adalah sekumpulan bintang yang membentuk suatu pola tertentu. Di tata surya terdapat 88 rasi bintang. Ada yang berbentuk Angsa, Layang-layang dan lain-lain
Contoh : Rasi Orion(Waluku) , Ursa Mayor(biduk) , Crux(layang-layang) , Lyra , Cygnus , Ursa Minor, Canis Major, Altair , Serpens Caput ,Serpens Cauda , Centaurus (nama yang sering digunakan di Narnia) , dll, Sekumpulan dari rasi bintang akan dilewati oleh arah lintasan matahari. Matahari seolah-olah terlihat mengelilingi bumi kita akan membentuk pola lintasan yang disebut bidang eliptika. Rasi bintang yang berpotongan dengan bidang eliptika disebut dengan zodiak.


Kenapa ada zodiak dalam pribadi kita ?, jawabannya karena ada ilmu astrologi. Astrologi mendasari ilmunya pada pergerakan benda-benda langit antara lain matahari, planet-planet, bintang, dan bulan. Para astrolog percaya bahwa posisi benda-benda langit ini berpengaruh pada kehidupan manusia dan peristiwa masa depan yang akan terjadi dapat diramalkan berdasarkan posisi benda langit tersebut.
Sebelumnya kita mengenal zodiak berjumlah 12, yaitu :

1. Capricornus: Kambing laut, Matahari berada di depan rasi ini selama 21 Jan - 16 Feb (26 hari)
2. Aquarius: Pembawa Air, Matahari berada di depan rasi ini selama 16 Feb - 11 Mar (24 hari)
3. Pisces: Ikan, Matahari berada di depan rasi ini selama 11 Mar - 18 Apr (38 hari)
4. Aries: Domba, Matahari berada di depan rasi ini selama 18 Apr - 13 Mei (25 hari)
5. Taurus: Kerbau, Matahari berada di depan rasi ini selama 13 Mei - 22 Jun (40 hari)
6. Gemini: Si Kembar, Matahari berada di depan rasi ini selama 22 Jun - 21 Jul (29 hari)
7. Cancer: Kepiting, Matahari berada di depan rasi ini selama 21 Jul - 10 Ags (20 hari)
8. Leo: Singa, Matahari berada di depan rasi ini selama 10 Ags - 16 Sep (37 hari)
9. Virgo: Gadis Perawan, Matahari berada di depan rasi ini selama 16 Sep - 31 Okt (45 hari)
10. Libra: Timbangan, Matahari berada di depan rasi ini selama 31 Okt - 23 Nov (23 hari)
11. Scorpius: Kalajengking, Matahari berada di depan rasi ini selama 23 Nov - 18 Des (25 hari)
12. Sagitarius : Si Pemanah, Matahari berada di depan rasi ini selama 18 Des - 21 Jan (34 hari)

Akhir-akhir ini dikatakan bahwa ada zodiak yang baru yang bernama Ophiuchus. Zodiak ini disisipkan di antara scorpio dan sagitarius yang mempengaruhi kita yang lahir antara 18 Desember hingga 21 Januari. Artinya seluruh tanggal dalam 12 sistem zodiak lama, akan ikut bergeser. Dengan demikian, sifat dasar, peruntungan kita dalam hal keuangan, kesehatan, dan cinta –tiga hal utama teropong zodiak– juga berubah. Zodiak Ophiuchus dilambangkan dengan gambar pawang ular.

Sebenarnya Ophiuchus bukanlah sistem rasi bintang baru yang menjadi dasar perhitungan bintang. Mengapa tiba-tiba Ophiuchus dimasukkan dalam sistem penamaan zodiak? Versi Ilmiah Ceritanya bermula saat rasi bintang ditemukan kembali oleh astronom saat mendekati matahari Februari 2006 silam. Menurut BBC, berdasarkan pengamatan astronom dunia, rasi bintang Ophiuchus sudah mendekati matahari dan memunculkan supernova spektakuler. Jurnal ilmiah dunia, Nature, juga melaprokan bintang-bintang di rasi ini sangat terang dan tampak jelas di kosmos. Sebegitu terangnya hingga Ophiuchus bisa dilihat dari bumi tanpa peralatan teleskop sekalipun. Adalah astronom Denmark, Tycho Brahe, pada tahun 1572 yang pertama kali melihat kemunculan rasi itu. Nah, rasi yang baru menampakkan dirinya lagi ini sebelumnya tidak dikenali dan hanya disebut sebagai New Star. Namun, astronomi modern membuktikan, rasi yang dilihat oleh Brahe sama dengan rasi bintang yang dilihat astronom Februari 2006 lalu.
Astronom dari Harvard University, Jeno Sokoloski, menyatakan di masa dalam abad terakhir, ada beberapa ledakan supernova yang mengindikasikan adanya pergeseran rasi.
“Dimulai secara lambat dan hanya sekejap dalam dua hari, dan hal itu mengindikasikan kepada kami bahwa terjadi ledakan massif. Bahkan sebenarnya, hampir kolaps,” kata Sokoloski menjelaskan akibat ledakan itu. Nah, ini pulalah yang mendasari para astrologi memasukkan Ophiuchus dalam sistem zodiak modern yang merujuk pada zodiak Barat.
Astrolog memastikan zodiak baru ini akan masuk dalam sistem penamaan bintang karena rasi bintang biasanya memakan waktu ratusan tahun untuk bergeser kembali.
Rasi bintang Ophiuchus pertama kali muncul di abad kedua. Ptolemy mendaftarkan sebagai bintang ke-29 dari 48 rasi bintang. Diperkirakan rasi ini akan muncul kembali dalam jangka waktu 1.700 tahun lagi. Alasan Ophiuchus tidak dimasukkan dalam astrologi barat selama ratusan tahun karena hanya ada 12 rasi bintang yang selama ini mengikuti perputaran benda-benda langit dalam sistem tatasurya seperti bulan, planet, dan matahari.
Karena baru, para astrolog belum menemukan karakteristik serta peruntungan orang-orang yang lahir di zodiak Ophiuchus.

- Capricornus: 21 Januari-16 Februari (26 hari)
Karakter umum: Pendiam, rajin, ambisius, materialis, gengsi tinggi, suka memerintah, suka memperalat orang lain
- Aquarius: 16 Februari-11 Maret (24 hari)
Karakter umum: Tenang, objektif, jenius, penuh ide, cepat mengerti
- Pisces: 11 Maret-18 April (38 hari)
Karakter umum: Sangat perasa (dari sisi manusiawi), penuh cinta, praktis, suka mengkhayal
- Aries: 18 April-13 Mei (25 hari)
Karakter umum: Agresif, enerjik, impulsif, pemimpin, tidak sabaran, egois, cepat emosi
- Taurus: 13 Mei-22 Jun (40 hari)
Karakter umum: Keras kepala, materialistis, pasif, ramah, sabar, praktis, setia, toleran
- Gemini: 22 Juni-21 Juli (29 hari)
Karakter umum: Lincah, pandai berbicara, tidak stabil, mudah berubah-ubah, mudah gugup, sangat peka
- Cancer: 21 Juli-10 Agustus (20 hari)
Karakter umum: Sentimentil, setia, penuh perhatian, sulit memaafkan, daya ingat kuat
- Leo: 10 Agustus-16 September (37 hari)
Karakter umum: suka memimpin, dermawan, penuh gaya, aristokratik, congkak, percaya diri tinggi
- Virgo: 16 September-31 Oktober (45 hari)
Karakter umum: Praktis, analistis, kritis, berkepala dingin, logis, rajin, sederhana
- Libra: 31 Oktober-23 November (23 hari)
Karakter umum: Penuh keraguan, bimbang, adil pandai bermuka dua, naluri kuat, mempesona
- Scorpio: 23 November-29 November (enam hari)
Karakter umum: Panjang akal, pendiam, pendendam, gigih, tekun
- OPHIUCHUS: 29 November-18 Desember (19 hari)
Karakter umum: Belum dikategorisasikan
- Sagitarius: 18 Desember-21 Januari (34 hari)
Karakter umum: Berjiwa petualang, pandai, suka kebebasan, mandiri, pandai berdiplomasi, berpandangan luas

Seribu Kata untuk Gejolak Mesir

♠ Posted by Aryni Ayu in

Ingatkah Anda dengan peradaban tinggi Mesir? Negeri Seribu Menara yang melegenda, dan menjadi kunci peradaban – peradaban maju dunia itu kini sedang bergejolak. Kisah panjang tentang hegemoni Fir’aun yang sangat fenomenal dimasa perkembangan peradaban dunia seperti Yunani dan Romawi, tentang sifat Fir’aun yang begitu durhaka dimata relejiusme islam akibat dari kekejamannya kepada rakyat, rupanya tengah terulang kembali dimasa modern ini. Gejolak rakyat yang semakin tidak puas dengan rezim Husni Mubarak kian menjadi – jadi. Huru – hara pun semakin mencuat diberabgai kalangan masyarakat. Tapi siapa itu Husni Mubarak?Apakah dia seorang Fir’aun versi modern? Simpan dulu pertanyaan tersebut, karena bernostalgia tentang negeri Fir’aun akan menjelaskan secara berkesinambungan bahkan hingga seribu kata tentang mengapa dan bagaimana gejolak yang kian mencuat tersebut dapat terjadi.
Bentuk pemerintahan monarkhi menjadi pemerintahan republik yang disandang oleh Mesir pada 30 Juli 1952 sebagai lonceng tanda dimulainya revolusi Mesir setelah jatuhnya pemerintahan Raja Faruk, rupanya secara estafet dari generasi ke generasi masih terlihat cerminan pemerintahan Fir’aun didalam prosesnya. Terbukti dengan berkuasanya suatu rezim yang berakhir secara tidak wajar. Penggulingan sebuah kekuasaan seakan – akan telah menjadi tradisi dalam pemerintahan Mesir. Tradisi tersebut dapat dicermati saat pemerintahan Presiden Gamal Abul masih berkuasa yang diakhir kekuasaannya, secara paksa ia digulingkan oleh rakyatnya sendiri. Salah satu factor penyebabnya disinyalir akibat adanya sikap pro pemerintah terhadap kekuasaan Israel dan Amerika Serikat. Tidak berhenti sampai disitu saja, saat pemerintahan Anwar Sadat sebagai generasi dari presiden Gamal abul sedang berlangsung, iapun berakhir secara tragis. Saat upacara Peringatan Angkatan Darat Mesir berlangsung pada 6 Oktober 1981, yang didalamnya juga dihadiri oleh Anwar Sadat. Seorang perwira bernama Khalid Islambuli dilaporkan turun dari iring – iringan militer yang sedang berpatisipasi dalam acara tersebut, dan memborondong Presiden Anwar Sadat secara membabi buta. Kejadian tersebut secara fenomenal menorehkan kesan yang begitu negative di mata masyarakat tentang bobroknya keamanan terhadap presiden sehingga membuat kekuasaan yang ada bergeser ketangan seorang dictator, yakni Presiden Husni Mubarak pada tahun 1981, tepat setelah insiden penembakan tersebut terjadi. Dengan notabene bahwa pada tanggal 2 Juni 1995 Presiden Husni pun pernah mengalami percobaan penembakan saat berada di bandara. Sedikit ulasan mengenai histori dari perjalanan para pemimpin Mesir telah menunjukkan bahwa kekuasaan yang terjadi di Negeri Seribu Menara itu muncul dengan tidak berdasar pada suara pilihan rakyat atau pemilu. Melainkan muncul sebagai akibat dari penggulingan kekuasaan, peristiwa penembakan sehingga masa transisi kekuasaan yang terjadi tak pernah lepas dari pertumpahan darah. Begitu juga dengan pemerintahan Husni Mubarak yang akhir – akhir ini memicu kemarahan rakyat bahkan pemberitaan tanggal 3 Februari 2011 mengabarkan bahwa kekacauan politik atas sikap pro dan kontra terhadap pemerintahan Mubarak hingga saat ini telah membuahkan pertumpahan darah yang pada akhirnya dapat menurunkan stabilitas nasional termasuk perekonomian rakyat. Tradisi pertumpahan darah yang terjadi dalam perjalanan pemerintahan Mesir tak lepas sebab – sebab kediktatoran pemimpinnya yang berimbas terhadap jauhnya kesenjangan antara kesejahteraan pemerintahan dengan rakyatnya.
Mungkin kita akan mengerutkan dahi setelah mengetahui sebuah fakta bahwa pendapatan seorang presiden Mesir berumur 83 tahun itu jauh lebih besar dari gaji presiden Barrack Obama yang bernominal sekitar …(dalam ribuan $) dengan tingkat kesejahteraan dua negara yang sangat jauh berbeda. Pendapatan yang diterima oleh Presiden Husni Mubarak tersebut senilai 360 Triliun jika dirupiahkan, 28 kali lipat lebih besar dari pendapatan perkapita penduduknya. Ditambah lagi dengan kondisi 40% penduduknya yang masih berada dibawah garis kemiskinan, 15% diantaranya adalah pengangguran. Mengapa dngan kondisi yang sangat memprihatinkan seperti itu, kekayaan presiden justru semakin melambung tinggi? Tentunya ada banyak spekulasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun banyak menspekulasikan bahwa pemerintah menumpuk kekayaannya sendiri ditengah kemiskinan rakyat yang tak kian meretas. Nampaknya spekulasi dan fakta – fakta semacam ini sangat mirip dengan pemerintahan Orde Baru kita dulu. Dimana mantan presiden kita saat itu tengah sibuk memperbanyak nominal angka kekayaannya, sedangkan didekatnya masih banyak rakyat yang belum meretas dari angka kemiskinan dan korupsipun nampaknya turut berpesta pora saat Orde Baru berkuasa. Namun rezim Orba pun berhasil ditumbangkan oleh para demontsran mahasiswa pada 13 tahun yang lalu. Penggulingan kekuasaan rezim Soeharto pun mengalami kesuksesan diiringi dengan adanya dampak yang sungguh besar terhadap keluarga korban demonstrasi yang hingga kini “entah” bagaimana penyelesaiannya. Akankah pemerintahan Husni Mubarak berakhir seperti pemerintahan Era Orde Baru? Simpan dulu tanda tanya itu karena memantau perkembangan terbaru mengenai gejolak di Mesir, akan membawa kita berspekulasi tentang bagaimana akhir dari sebuah rezim Husni Mubarak.
Kerumunan massa berjumlah lebih dari 2 juta jiwa dengan hiruk pikuk suasana yang penuh dengan bunyi – bunyi teriakan, ledakan bom molotove, serta tembakan dari pihak militer, adalah sekilas ilustrasi tentang bagaimana para demonstran tersebut menuntut presiden Husni Mubarak unutk mundur. Unjuk rasa yang biasanya dilakukan secara kecil – kecilan oleh para mahasiswa Al Ahzar akibat tekanan pemerintah Mubarak, bahkan ada istilah “Jangan berbicara sembarangan, bahkan tembok pun mendengar” itu kini tak lagi berlaku bagi rakyat Mesir.
Angin yang berhembus dari Revolusi Tunisia rupanya mampu membuat rakyat Mesir bangkit utnuk merobohkan kekuasaan yang bahkan kuat sekalipun. Perut – perut mereka mulai lapar akibat dari kemiskinan dan pengangguran yang selama 3 dekade ini dikuasai Rezim Mubarak justru semakin meningkat. Sungguh sebuah aksi besar yang pernah terjadi di Mesir hingga mampu mencengangkan dunia internasional, karena selama ini Mesir nyaris tak pernah tersorot oleh pemberitaan dunia tentang kediktatoran pemimpinnya. Meskipun dubes Mesir di Indonesia, Ahmadil Kewainsky, mengatakan bahwa Mesir akan lebih demokratis dan pemerintah akan lebih mendengarkan demo rakyat. Tapia pa faktanya?hingga saat ini keadaan Mesir semakin memburuk. Para pendemonstran yang semula hanya terdiri orang – orang kontra anti – pemerintah, kini bertambah menjadi sebuah massa yang pro terhadap pemerintah dan keduanya pun mengalami bentrokan, seperti yang terjadi di Tahrir. Persenjataan lengkap yang dimiliki oleh massa pro pemerintah seperti bom Molotov, senjata api, disinyalir sebagai massa bayaran dan pihak militer yang ada dibawah kekuasaan pemerintah untuk mematikan massa anti – pemerintah.
Dilain pihak, pemerintah juga sempat memutus jejaring sosial yang ada di negeri tersebut. Hal ini tentu saja membuat kemarahan rakyat semakin mendalam terhadap pemerintah, yang kita tahu 80% dari lapisan masyarakat itu adalah pemuda – pemudi Mesir yang menjadikan jejaring sosial sebagai media untuk mengkritisi, dan mengabarkan kepada dunia serta menumpahkan luapan hati mereka terhadap keadaan negeri Fir’aun yang selama ini terbelenggu oleh demam kediktatoran. Ditambah lagi dengan keputusan Husni Mubarak yang masih ingin memangku jabatannya sebagai presiden. Semua hal – hal tersebut tentu saja berimbas pada rakyat, yang hingga detik ini mereka sudah tidak mengenal lagi lawan dan kawannya. Salah satunya terbukti dengan adanya serangan para demonstran terhadap iring – iringan ambulans yang digunakan untuk pengobatan korban pertikaian. Meskipun Presiden Barrack Obama terlah bersuara, Sekjen PBB, bahkan Uni Eropa pun telah memberi dukungan terhadap reformasi Mesir. Namun nampaknya, sedikitpun rakyat tidak merespon kabar baik tersebut, terkecuali jika..Husni Mubarak berikrar mundur dari jabatannya, segera merombak sistem pemerintahan dengan jalan pengadaan pemilu, dan mnenetapkan wapres didalam tradisi pemerintahan. Maka, Revolusi Mesir yang sesungguhnya akan Berjalan!

Kerusuhan ‘berdarah’ Mesir harus jadi pelajaran buat RI

♠ Posted by Aryni Ayu


Sudah ratusan orang lebih tewas dalam demonstrasi besar-besaran, berikut kerusuhan yang terjadi di Mesir sejak sepekan lalu. Mereka menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur setelah berkuasa tiga dasawarsa lebih. Hemat kita, gaya kepemimpinan Hosni Mubarak lebih dekat atau hampir sama persis dengan mantan Presiden Soeharto. Tidak hanya dari sisi lamanya berkuasa sudah 32 tahun, sama dengan kekuasaan Pak Harto yang digulingkan aksi ‘’people power’’ kalangan mahasiswa bersama elemen masyarakat tahun 1998. Tapi, Mubarak memperoleh jabatan Presiden dengan cara tdiak wajar, yakni menggantikan posisi Anwar Sadat lewat aksi penembakan prajuritnya dalam satu parade militer yang disebut-sebut didalangi kelompok oposisi terlarang di negara itu tahun 1981.

Jadi, suksesi kedua pemimpin bangsa itu lewat pertumpahan darah. Bukan berdasarkan Pemilu yang jujur dan demokratis. Pak Harto juga memperoleh pelimpahan kekuasaan dari Presiden Soekarno dengan cara yang tidak mulus, menggunakan Supersemar, dan lewat aksi ‘’biadab’’ pemberontakan PKI setahun sebelumnya.

Kesamaan lainnya, demo menjatuhkan Pak Harto lewat demonstran kaum muda berpendidikan yang resah melihat situasi negaranya semakin memburuk. Lapangan kerja semakin sulit, harga sembako semakin mahal, jalannya pemerintahan semakin diktator, dan semakin merajalelanya KKN, terlebih di kalangan elite kekuasaan, keluarga dan anak-anaknya. Kondisi yang ‘’sama’’ terjadi di Mesir saat ini. Bahkan, Mubarak yang kini berusia 82 tahun, sudah membuat rencana strategis menjadikan anaknya, Gamal, sebagai Presiden Mesir menggantikan pososinya kelak. Itu sebabnya, para pendemo ngotot mendesak Mubarak mundur. Tidak cukup hanya membubarkan dan mengganti kabinet apalagi sekadar ingin menunjuk seorang Wakil Presiden untuk pertama kalinya selama kekuasaannya.

Diktator Soeharto menjelang kejatuhannya juga menawarkan mengganti para menteri, seorang di antaranya adalah putri sulungnya, Mbak Tutut, tapi ramai-ramai menteri lainnya lebih dulu mundur guna mendesak Pak Harto segera lengser dari tahtanya, setelah para tokoh nasional (Gus Dur dkk) bersama Ketua DPR/MPR meminta Presiden mundur segera.

Indonesia lebih beruntung ketimbang Mesir, karena militernya segera sadar, tidak ingin diperalat lagi oleh Presiden sebagai pemimpin tertinggi ABRI. Sehingga jumlah korban yang tewas tidak sebanyak di Mesir.
Di Mesir, tentara masih di bawah pengaruh Presiden Mubarak. Ajakan para pendemo untuk bergabung dalam aksi demo guna mempercepat langkah reformasi dengan mendesak mundurnya Mubarak belum juga terjawab. Malah upaya penangkapan, tindakan represif oleh militer terus berlangsung di mana-mana. Hal inilah yang memprihatinkan dunia.

Dipastikan jumlah korban tewas maupun luka-luka bisa jauh lebih banyak, ribuan orang, jika Mubarak semakin meningkatkan tekanannya memaksa militer melakukan penembakan dan penangkapan terhadap para pendemo, setelah larangan keluar rumah, jam malam, tidak diindahkan masyarakat. Bahkan para pendemo tidak takut lagi menghadapi kelompok pemerintahan Mubarak yangmenerapkan undang-undang darurat. Terbukti, ribuan demonstran berbaris di jalanan dan pusat kota Kairo tanpa menghiraukan hadangan militer dengan kendaraan lapis baja.

Aksi demo anarkis yang semakin meluas di Mesir belakangan ini jelas membahayakan keselamatan masyarakat termasuk WNI di sana, di antaranya para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang kuliah/belajar di negeri piramida itu. Jumlahnya bisa mencapai belasan ribu orang jika ditambahkan dengan para TKI legal dan ilegal. Kiranya kita harapkan, pemerintah dalam hal ini staf KBRI di sana, bisa mengupayakan keselamatan seluruh WNI agar terhindar dari korban situasi politik (kerusuhan) yang semakin ‘’memanas’’ di Mesir saat ini.

Kerusuhan ‘’berdarah’’ di Mesir ini pun semestinya menjadi pelajaran buat negara-negara di jazirah Arab lainnya, termasuk Indonesia, yang kondisinya tidak jauh beda dengan Mesir untuk memenuhi harapan warganya yang menginginkan perubahan dan keterbukaan. Sebelumnya terjadi aksi demo di Tunisia, menyusul Aljazair, Yaman, Yordania pun mulai bergolak. Kalau tidak diantisipasi dengan bijak maka kerusuhan yang sama tinggal menunggu waktu saja lagi.

Bagaimana dengan Indonesia? Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelas tidak sama dengan Mubarak. Sebab, ia sudah tegas menolak istri dan anak-anaknya menggantikan posisinya sebagai orang nomor satu di Indonesia pada suksesi 2014. Apalagi akhir-akhir ini kekecewaan terhadap pemerintahan SBY – Boediono semakin membesar. Harapan kita sebagaimana aspirasi kalangan rakyat Presiden SBY tegas dan bekeja keras untuk meningkatkan kesejahteraan 237 juta jiwa rakyatnya pada periode keduanya, sepertinya sulit terwujud. Faktor politik dan hukum menjadi kendala. Jadi, kalau dalam kondisi banyak kritikan, khususnya dari kalangan tokoh lintas agama, SBY sampai ‘’mewariskan’’ jabatannya kepada keluarganya nanti, maka kondisi RI bisa saja sama dengan yang terjadi di Mesir saat ini. Tapi, bukan saat ini. Kita optimis SBY aman sampai 2014.