Kontes blog: Aku Berbatik 1-31 Januari 2013

♠ Posted by Aryni Ayu in



Hadiah Utama: Rp 2.5jt + Trip batik

Pemenang ke-2: Rp 1.5jt + voucher Berbatik Rp500rb

Pemenang ke-3: Rp 500rb + voucher Berbatik Rp500rb


www.berbatik.com, e-commerce batik pertama di Indonesia mengajak blogger menunjukkan kecintaan pada batik.
Caranya?
Buatlah tulisan non-fiksi di blog mengenai batik. Tulisan boleh berkisar mengenai pengalaman menggunakan batik, membuat batik, kecintaan pada batik, opini mengenai batik, kekhawatiran dengan nasib batik, impian pada batik, observasi pada batik, dan banyak hal lainnya asalkan masih berkenaan dengan batik.


Tata Cara

  1. Alamat facebook peserta harus pernah digunakan untuk Sign in ke www.berbatik.com
  2. Peserta wajib klik "Like" fpage Berbatik
  3. Peserta harus menjadi follower akun twitter @berbatikcom
  4. Kata-kata di dalam tulisan yang wajib diberi hyperlink www.berbatik.com : 
    - batik
    - malam
    - canting
    - berbatik
    - belanja
    - batik online
    - butik batik
    - toko batik
    - online
  5. Kata-kata yang dianjurkan ada di dalam blog:
    - berbatik
    - batik online
    - butik batik 
    - toko batik
  6. Peserta wajib memasang banner Berbatik pada widget sidebar blog atau di dalam postingan sebagai tanda keikutsertaan kontes.
    Banner dalam bentuk jpeg: "http://bit.ly/KontesBlogBerbatik"
    Banner dalam bentuk html: "<a target="_blank" href="http://www.berbatik.com"><img style="" src="http://i1257.photobucket.com/albums/ii520/berbatikcom/Newsletter/Newsletter-Kontes-Blog-01_04_zpsfbc73f2d.jpg"/></a>"
  7. Mempromosikan link blog berisi artikel via twitter dengan mention @berbatikcom dan menyertakan tagar #akuberbatik dan tagar #berbatik
  8. Perpendek Link dengan bantuan hootsuite, tinyurl, dll.
  9. Peserta wajib mengisi data diri dan dikirimkan ke akuberbatik@gmail.com
    - Nama
    - No. HP:
    - No. KTP:
    - E-mail:
    - Twitter:
    - Facebook:
    - Link blog berisi tulisan kontes (tanpa di-shortlink):


Peraturan 

  1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan tidak ada batasan usia.
  2. Tulisan bukan hasil copy paste dan tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun juga.
  3. Bila mengutip, wajib mencantumkan sumber/ referensi.
  4. Disclaimer mengenai tulisan di luar tanggung jawab Berbatik maupun Berniaga Digital.
  5. Tulisan tidak boleh bermuatan politik dan SARA.
  6. Berbatik berhak untuk menggunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) seluruh karya (postingan) peserta yang diikutsertakan dalam kompetisi ini untuk segala kepentingan Berbatik.
  7. Berbatik berhak mengubah syarat dan ketentuan kompetisi ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
  8. Pemenang wajib menyediakan copy KTP atau indetitas diri sesuai permintaan panitia untuk keperluan verifikasi.
  9. Berbatik berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini
  10. Peserta wajib menggunakan blog pribadi, bukan blog khusus lomba.
  11. Peserta bebas menggunakan blog apapun (BLOGdetik, blogspot, wordpress, kompasiana, dll).
  12. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat. Tidak diadakan surat-menyurat.
  13. Hadiah perjalanan dan voucher tidak dapat ditukarkan dengan uang tunai.
  14. Pajak pemenang ditanggung pihak Berbatik.
  15. Berbatik tidak memungut biaya apapun.
  16. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 15 Februari 2013 dan akan ditampilkan di www.berbatik.com (www.berbatik.com/event), fpage Berbatik, dan akun twitter @berbatikcom

Suriah, Tetap Sekarat!

♠ Posted by Aryni Ayu in

-Day One, 23 Januari 2013-

Demokrasi hanya milik negara – negara maju. Selain yang maju, akan menjadi makanan bagi sang maju. Suriah, hanya korban. Kepentingan sejati tak pernah terkalahkan hanya dengan perdamaian dunia (Aryni Ayu)

            Dulu, saat masih duduk di perkuliahan empat semester, sewaktu teori – teori perang saudara di dunia mulai meletup, Angelina Jolie yang masih sempat mengunjungi kamp – kamp pengungsi di Turki, Obama yang masih hangat – hangatnya berada di kursi empuk gedung Putih, serta rambut Susilo Bambang Yudhoyono yang masih belum beruban. Tepatnya hampir dua tahun yang lalu, Timur Tengah mulai bergejolak!
Ketika itu saya sedang menuliskan artikel pertama tentang kawasan Timur Tengah, yang saya rasa cukup untuk mengkritisi terkikisnya celah – celah kemanusiaan di kawasan tersebut. Meski hanya penulis lepas, saya pikir dengan tulisan ini, juga dengan tulisan para penulis terkenal, akan mampu meredam konflik yang semakin menggejala itu. Namun ternyata, pagi ini, tepat hampir dua tahun masa itu lahir, gambar – gambar peperangan ; janda dengan luka tembak di sekujur tubuhnya, beberapa anak yang kehilangan rumah, anak – anak kecil duduk termangu di puing – puing gedung bekas tembakan, seorang ibu yang kehilangan anaknya, tetap dan selalu menjadi headline di hampir semua media nasional dan internasional. Nampaknya, tak ada perubahan berarti. Kamp – kamp pengungsi terlihat bertambah, menandakan penderitaan manusia!
Demokrasi, kiranya tak akan pernah menembus batas – batas perpolitikan Timur Tangah. Mati segan hidup tak mau, jika dirinya yang penuh kebebasan itu dipaksakan pada negara – negara aristokratis. Demokrasi bahkan sudah terlihat rapuh sejak abad 5 SM, saat jaman Yunani Kuno masih memerintah (Dahl, 2003). Lihat saja, hingga hari ini, lebih dari 700.000 rakyat Suriah menderita, separuh diantaranya meninggal akibat konflik yang tak berkesudahan (Kompas 23 Januari, 2013).
Bukan rahasia lagi jika pihak – pihak elit dari berbagai belahan dunia, termasuk negara adidaya sendiri sudah terlanjur berusaha keras untuk menyelesaikan konflik tersebut. Amerika Serikat, sudah tentu sebagai pendamai sekaligus pemangku kepentingan utama dibalik perdamaian dunia. Cina dan Rusia, sebagai dua sahabat karib pendukung Suriah. Kemudian dibelakangnya terdapat negara – negara Eropa, sebagai ‘buntut’ negara adidaya. Namun belum satu pun diantara mereka yang bisa kita sebut sebagai pahlawan. Tentu masih segar dalam ingatan dunia, bahwa bulan April lalu, hubungan Cina dan Rusia dengan Amerika sempat memanas (Kompas, April 2012). Satu menginginkan agar demokrasi segera ditegakkan, dua lainnya ingin Suriah tetap dalam pemerintahan yang telah ditentukan. Padahal jika mereka selaku penanggung jawab dunia mau berkaca, untuk apa lagi legitimasi berbau demokratis harus dipaksakan. Toh, demokrasi hanya milik negara – negara maju. Selain yang maju, akan menjadi makanan bagi sang maju. Suriah, hanya korban. Kepentingan sejati tak pernah terkalahkan hanya dengan perdamaian dunia. Terlalu banyak campur tangan dalam perdamaian tersebut.
Meski Perserikatan Bangsa Bangsa memerintahkan bertindak, suara yang ada bukanlah rakyat, kebanyakan hanya suara orang – orang perwakilan negara – negara berkepentingan. Lihat saja kesimpang siuran berita yang terbit di media internasional. Negara A menuduh negara B sebagai pemasok senjata untuk kepentingan kekuasaan, lalu B mensuarakan A hanya membual. Adapun negara adidaya, disinggung – singgung memaksakan demokrasi agar Suriah beserta kawasan Timur Tengah lain mudah dikendalikan, notabene selama ini, kepemimpinan disana memang terlampau kuat. Dalam teori kepentingan politik, negara lemah terbiasa tidak mempunyai pilihan selain harus mematuhi komando negara kuat (Politik Antar Bangsa, Morgenthau : 2010). Suriah, hanya menjadi medan pertempuran legitimasi, sampai kapan harus sekarat dan pada akhirnya mati? 

My Chicken of Soup - Nothing Special!

♠ Posted by Aryni Ayu in

-Day 2-
Sunday, 20th January 2013

Karena hidup begitu menggoda, semangat para wanita!

No sense! Bahkan meskipun gajah berubah jadi anak gajah, kucing tak lagi bisa mengeong, dan kambing yang suaranya habis untuk mengembik, tak sekalipun terdengar olehku kabar tentang si dia. Dia, pacarku itu. Ah, bodo amat! Emang dia kecakepan apa? Terus gue kudu ngalah gitu? Ogah!! Cium kaki gue dulu yang abis nginjek pasir! bentak hatiku yang sedang alay. Sungguh bayangnya tak pernah sirna di mimpi. Meski diri ini mengharap bermimpi yang indah – indah, entah bersama artis – artis hollywood, atau sekedar memiliki satu lemari penuh baju, dan sepatu ala model fashion. Tapi wajahnya itu, benar – benar menutupi segalanya, mimpi indah satu pun tak bisa menembus tidurku (emangnya kaca anti peluru?:P). Hingga fajar menyingsing, tak terasa olehku ingin mengamuk sekeras – kerasnya. Melihat handphone yang tak ada sama sekali pesan darinya, sekedar “Hai, Im sorry, or I miss u, or Morning Avril”, nothing! Spontan handphone melayang menuju landasan, mengitari sepasang nyamuk yang sedang bercakap – cakap, menantang terangnya sinar matahari di jendela, kemudian menembus tembok, tapi tak bisa, hingga jatuh terkapar di lantai. Uh, hati benar – benar lusuh, inginku tarik – tarik rambutnya sampai botak, atau sekedar menginjak kakinya sampai tak berbentuk kaki, menyebalkan! 
Bangun dari tempat tidur, segera kuturuni tangga dengan bibir yang masih belum juga meninggalkan manyunnya. Kubantu mama memasak, mencuci piring, dan segala hal yang biasa dikerjakan perempuan. Baru hari ini menekuni pekerjaan rutin itu lagi. Maklum, dua tiga bulan ini aku sangat sibuk mengurusi urusan. Mengajari murid bersekolah, menata guru – guru praktek yang kadang membandel, gak beda – beda amat dengan muridnya, menata diri yang sering semrawut, dan terakhir, mengelus – elus sang pacar. Tanda kutip, berpacaran lagi, ya, cepat sekali. Tapi yang satu ini benar – benar rewel. Huzy, aku sedang memasak cap jay, jangan ramai!
Selesai, segera kurebahkan diri menikmasti secangkir cokelat dan masakanku sendiri, ditemani tawa terbahak – bahak dari papa mama. Dan pasti, tak ada satu hari pun lewat dari pembicaraan seputar pacarku, si rewel itu! “Sudah, tidak usah di sms dulu, harga diri, nanti kalau jodoh ya pasti ketemu lagi, kalo gak jadi ya sama anaknya temennya papa, ajudan bupati lho!”. Wah papa apaan sih, batinku yang malu – malu. lalu mama nyambung, “Iya, pokoknya jalani dulu, kan kamu tidak salah toh kemarin, diam saja. Cari suami gampang, cari jodoh yang sulit.” Olala, siap papa mama, no men no cry! 
Kegiatan siang hingga malam, no special! Hanya memperbaiki laporanku yang salah, menunggu pesan darinya, lalu menulis. Malam ini, aku hanya ingin punya rencana kecil yang cintanya besar. Sembari menunggu hasil final nasib proposal skripsiku, aku ingin membuat majalah online mingguan atau bulanan, sekedar mengisi waktu agar tidak rugi. Isinya..aku ingin semua! Dari sosial, politik, budaya, ataupun fashion! Yang jelas setiap hari harus menulis, dan waktuku tak boleh menganggur sedkitpun. Karena hidup begitu menggoda, semangat para wanita!