Peran Blogger, Katalisator Menuju Komunitas ASEAN 2015

♠ Posted by Aryni Ayu in at 18.09
Kaleidoskop kerjasama ASEAN semakin kompleks saat deklarasi komunitas blogger ASEAN mulai dibentuk tertanggal 10 Mei 2011. Berangkat dari potret kecil seperti ini, peran besar Indonesia melalui kerjasama ASEAN kembali ditampilkan. Peran blogger sebagai katalisator menuju Komunitas ASEAN 2015 mulai dibangun. Keluar, membangun arsitektur keamanan dan lingkar kestabilan wawasan, dalam istilah Menlu RI Marty Natalegawa adalah dynamic equilibrium yang bermanfaat bagi kerjasama regional. Adapun kedalam, skala nasional membuat peran blogger sebagai mediator nantinya mampu membawa ASEAN dalam penciptaan iklim perubahan pada konteks demokratisasi dan HAM, pembangunan ekonomi, serta peningkatan kemakmuran masyarakat bagi 10 anggotanya dalam program kegiatan yang memasyarakat (pro – people dan people – oriented).

Berangkat dari sebongkah kegiatan yang memasyarakat “People – Oriented”, blogger diharapkan mampu menterjemahkan terminology ASEAN kepada masyarakat high – class hingga grass – roots. Karena di empat tahun kedepan, memasuki komunitas ASEAN 2015, secara internal dituntut untuk segera melakukan berbagai akselerasi kesepakatan baru piagam ASEAN, ASEAN connectivity, dan tiga pilar komunitas ASEAN. Adapun secara eksternal, menyiapkan fase beyond ASEAN Community menyumbangkan peran di tingkat global. Komunitas ASEAN di 11 negara anggota (termasuk nanti Timor Leste) mampu memberikan kestabilan dan warna perubahan, juga kemajuan. Sentralitas ASEAN dalam mendefinisikan dan memaknai dinamika perubahan politik, ekonomi, social, dan budaya di kawasan. ASEAN sebagai promoter kemajuan di tengah kestabilan kawasan merajut noodle bowl theory, saling silang ramainya kerjasama dan perkaitan setiap kepentingan nasional anggota.

ASEAN selama ini cukup membuktikan diri mampu mengelola kehadiran negara besar A.S, Rusia, India, maupun China dalam konteks East Asia Summit (EAS). ASEAN juga mampu mengelola ancaman instabilitas di Asia Pasifik, dari titik persoalan konflik di Sumenanjung Korea hingga Laut China Selatan. ASEAN telah menciptakan prestasi dan perubahan yang amat berarti bagi seantero kawasan karena mampu menciptakan keamanan dan kestabilan lebih dari 43 tahun. Tidak ada negara anggota yang harus berperang melawan kekuatan asing. Bahkan ASEAN mampu mengelola potensi bantuan dan kerjasama ekonomi dengan negara mitra wicara. Puluhan negara maju membantu pembangunan di kawasan atau setiap negara anggota, dan hingga saat ini, sekurangnya 40 negara menempatkan wakilnya setingkat Duta Besar di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Indonesia memiliki posisi unik. Mantan Sekjen ASEAN, Solverino, menyebutkan bahwa kerjasama ASEAN bertahan dan bisa berjalan akur, relative mulus di tengah kemajuan dan persoalan kecil di sana – sini, karena posisi kepemimpinan Indonesia yang tidak pernah terasa mendominasi sekalipun cukup dominan.

Sekjen ASEAN, Dr. Surin Pitsuwan, seusai bertemu dengan Presiden RI dan jajaran cabinet di Istana Presiden pada 17 Desember 2010, mengatakan bahwa Indonesia mempunyai bobot, kredibilitas, dan kemampuan global untuk merebut perhatian dan dukungan global, guna mewujudkan komunitas ASEAN 2015. Di tengah potret kemajuan ASEAN, yang harus kita akui tantangan terbesar ASEAN sebagai agen perubahan adalah tataran domestic. Gagasan perubahan yang digelindingkan di tingkat ASEAN dimaknai masih amat beragam di banyak negara anggota. Penafsiran dan makna proses demokratisasi baik di Myanmar, Singapura, ataupun Malaysia, misalnya, terasa amat berada. Bukan hal yang baru jika masyarakat dan pemerintah di tiga negara itu berbeda pandangan mengenai tata kelola pemerintah sendiri.

Merangkul seluas – luasnya peran para pemangku kepentingan berikut sosialisasi kepada public domestic mengenai program dan proyek – proyek Komunitas ASEAN adalah kunci untuk mendekatkan Komunitas ASEAN kepada public. Termasuk melalui komunikator online, blogger akan memegang perannya sebagai mitra wicara pemerintah selaku pemegang otoritas. Blogger secara proaktif mensosialisasikan kebijakan – kebijakan pemerintah dari nama besar ASEAN kepada rakyat. Sehingga, konstituen dan para pemangku kepentingan di tataran domestic itu semakin merasa memiliki ASEAN. Indonesia, dibawah Menlu Marty Natalegawa, sebagaimana komitmen sejak awal, menyadari untuk terus mengelola pluralitas, bertambahnya actor dalam peta kerjasama antarnegara mampu dalam memberi makna bagi perubahan ini.

Otoritas blogger untuk komunikasi politik, akan menunjukkan sebuah fakta bahwa kita mampu mengelola secara sinergis dan komplementer perbedaan yang ada, sehingga memberi kontribusi yang besar bagi proses membangun rasa kekitaan (we feeling). Perluasan dan pendalaman kualitas kerjasama ASEAN dengan blogger sebagai mitra wicara, pada gilirannya, harus mampu menciptakan kebersamaan dalam persaudaraan, tidak lagi menghadapi rasa saling curiga warga ASEAN sendiri. Optimisme ini pada gilirannya berkontribusi besar untuk menstimulasi gagasan – gagasan para blogger bahwa warga ASEAN pasca 2015, hanya berhadapan dengan warga non – ASEAN.

Komunitas ASEAN 2015 : Keunggulan atau Kemunduran
Menurut perspektif blogger, Komunitas ASEAN 2015 adalah kata lain bagi perubahan, dan hanya dalam empat tahun kedepan kita harus tampil dengan penuh keunggulan atau kemunduran. Dibutuhkan peran blogger selaku katalisator dalam mengkomunikasikan Komunitas ASEAN 2015 kepada masyarakat. Tantangan ASEAN kedepan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakat. Sementara kehidupan kemasyarakatan baru di kawasan akan memberi ruang menyatunya aktivitas ekonomi, bisnis, dan banyak kegiatan lain dari negara tetangga yang mungkin menggeser dominasi penduduk setempat, mengakibatkan tersisih dan akhirnya berbalik memandang ASEAN negative. ASEAN, sebagai organ kerjasama regional memang dimaksudkan untuk membangun kerjasama di kawasan, dan tidak semata dibentuk untuk menyelesaikan persoalan bilateral yang muncul diantara negara anggota. Penyelesaian masalah geostrategis, masalah perbatasan (darat dan laut) diantara anggota, akan memberi sumbangan yang amat besar terhadap kiprah ASEAN. Aspek bilateral memperkuat landasan kerjasama regional ASEAN. Disinilah peran blogger selaku katalisator berperan sebagai mediasi secara aktif turut andil melalui tulisan – tulisan cerdasnya terkait dengan penyelesaian masalah, serta penguatan kerjasama regional ASEAN turut memberi andil untuk mengkomunikasikan kompleksitas tersebut kepada masyarakat, menyambut nama besar Komunitas ASEAN 2015.

Sekalipun benturan persoalan yang muncul melekat pada aspek identitas kebangsaan dan perbesaan kepentingan nasional, sejauh ini dapat dibendung dan dikelola sehingga eskalasinya tidak meluas, menempatkan para pihak yang berseteru untuk tidak saling mengerahkan pasukan bersenjata menduduki wilayah lain dan mengotori kawasan damai, bebas senjata nuklir, maupun kawasan bebas perang ini.

Di sisi lain, persaingan bisnis di tengah penyatuan ekonomi kawasan sekalipun bisa membuka perselisihan, tidak akan menghadapkan para pihak yang berselisih, menggunakan jalan non – diplomatic. Kompetensi ekonomi akan meningkat. Permintaan dan pasokan bahan baku, energy, dan bahan pangan akan menjadi isu dalam mengelola kawasan di tengah persaingan global ini. Oleh karena itu, blogger diharap mampu menuliskan terobosan – terobosan cerdas menghadapi jaringan pasar yang semakin menglobal. Banyak sector yang belum digarap dan disinilah blogger akan berperan menuju Komunitas ASEAN 2015.

Dalam tulisan ala blogger, Komunitas ASEAN 2015 adalah warga ASEAN yang cukup sandang pangan, cukup lapangan kerja, pengangguran kecil, pendidikan di segala tingkatan murah, kersehatan terjangkau dengan kualitas maju. Tingkat kemiskinan harus berangsur berkurang melalui upaya penanggulangan kemiskinan yang kongkrit.

Masyarakat ASEAN bosan dan muak, terlalu lama harus terus menderita, berkorban dan tetap miskin!

Sikap ini adalah tantangan terbesar bagi banyak pemerintahan di negara ASEAN. Sementara segelintir warga berpenghasilan amat menakjubkan di tengah maraknya korupsi! Komplektisitas persoalan sehari – hari meningkat dan Komunitas ASEAN harus mampu menjembatani dan menyelasaikan persoalan hidup keseharian para warga ASEAN melalui peran blogger yang nantinya berkreasi untuk melakukan upaya – upaya penyelesaian bersifat konstruktif sebagai katalisator perwujudan kebijakan pemerintah.

Komunitas ASEAN 2015 yang membumi dan dimiliki masyarakat jika ia mampu membantu menyelesaikan komplektisitas kehidupan kesehariannya menuju kehidupan yang lebih baik. Tentu dengan melibatkan peran blogger sebagai media sosialisasi, peran control atas kebijakan – kebijakan pemerintah, pihak yang bersedia sebagai mediasi saat terjadi gesekan - gesekan didalam masyarakat, serta fungsi dan peran blogger sebagai akselerator yang nantinya mampu menuliskan berbagai tulisan – tulisan berisi terobosan dan ide – ide cerdas bagi masyarakat di banyak sector, guna mewujudkan nama besar sebuah Komunitas ASEAN 2015, bravo Blogger Indonesia!

ASEAN Blogger

ASEAN Blogger

ASEAN Blogger

6 komentar:

Masyarakat sebenarnya menginginkan stabilitas dan kesejahteraan. Mampukah komunitas ASEAN 2015 mewujudkannya?
Inilah tugas kita bersama, terutama para blogger... hehe...

Mantap tulisannya. :)

Tulisanku: http://0sprey.wordpress.com/2011/09/07/laskar-blogger-sebagai-pendorong-dan-pengawal-komunitas-asean-2015/

Yapz,,setuju banGet,,ASEAN kan AsiA TenGgara,,g cM sinGkatAn di buKu2 SMA aja. Yok,,majU terUz para Blogger!!hehe,,okz mksh2...ntr t bc tlsn u..

http://www.wijayalabs.com/2011/09/05/peran-blogger-untuk-komunitas-asean-2015-sebuah-pemikiran-dari-seorang-blogger/

salam
Omjay

Katalisator, kayak enzim aja ya Sob...
Gud Job ^^

Salam
http://makara393.blogspot.com/2011/09/komunitas-asean-2015-yang-bebas-aktif.html#axzz1biQ7398l

haha iy lo di eksak kn enzim ya...
okeyy,,mksh kawand..:)
ntr q foolback...

Poskan Komentar