Sejak kapan Amerika Menjadi Polisi Dunia?

♠ Posted by Aryni Ayu in at 05.51
-Day 8-
17 Juni 2011


Amerika? goodness,lari..kita harus cari tempat perlindungan..! eke kan punya tambang minyak!kata si Libya, eke juga yang biasanya distribusiin minyak!kata si Mesir, aku juga mirip banget tu ama si Obama!kata Osama. Udah, kita lari aja yuk daripada ntar diadu domba ama Amerika. Mending kita independen sendiri kayak si Iran, mereka kan sekarang saingannya Amerika. Lagian juga ngapain sih sebenarnya mereka itu kok kayaknya betah banget di Timur Tengah?nyari Onta ya mas Obama?!haha, just kid :)

Sembari menghabiskan secangkir coklat panas di tangan kiri dan buah apel di tangan kanan, saya berteriak keras “Sejak kapan Amerika menjadi Polisi Dunia?” Ya, itulah kajian kritis yang hari ini akan saya coba beberkan. Meski hanya secara global, yang penting tetap provokatif, proaktif, dan berkutat pada fakta, enggak ngawur kayak si Amerika!(upz..). Asli, saya kurang begitu empati terhadap sikap para elit Amerika yang setiap hari kagak bosen – bosennya tampil di tv, memamerkan berbagai pernyataan utopis bahwa mereka adalah orang – orang kuat yang akan mengatasi gejolak di Timur Tengah. Meskipun saya tetap setia sama artis – artis Hollywood. Ke$ha, Avril Lavigne, Daughtry, Linkin Park, Eminem, Simple Plan, Jessie J, Nickie Minaj, Britney Spears. Come on, play your song, DJ what you what you waiting for?
Tapi menjadi pertanyaan besar sekarang, Amerika mengatasi atau malah memperkeruh? Lihat saja, intervensi kalian di negara – negara lain malah memperpanjang daftar korban warga sipil, rumah – rumah hancur, dan tidak sedikit kecurangan yang telah kalian perbuat. Sejak kapan Amerika menjadi polisi dunia?

FBI, CIA, Billdeberg, NATO, dan DEA, berubah menjadi Sailor Moon, dengan kekuatan cinta akan menghukummu! Atau berubah menjadi manusia super berwarna putih, hijau, biru, kuning, dan pink bagaikan Power Ranger! Layaknya pahlawan – pahlawan superhero itu, saat Anda melihat gerak – gerik Amerika selama ini. Intervensi, huru – hara, dan eksploitasi kekayaan dunia, itulah yang selama ini ada di balik layar scenario Amerika. Sebenarnya tak hanya satu aktornya, masih ada actor lain yang berperan sebagai kawannya. Siapa lagi kalau bukan aliansi Eropa. Kasihan sekali Eropa hanya sebagai actor kedua, padahal jika ditelusuri sejarahnya. Amerika tak lebih dari sekedar tanah jajahan negara – negara Eropa. Sebut saja Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman. Coba kita analisis, apakah tidak ada sedikitpun cita – cita mereka untuk berperan kembali sebagai penguasa belahan timur dan barat, termasuk Amerika? Melihat latar belakangnya, mereka adalah negara – negara kuat sebagai kolonialis di abad kuno bahkan sebelum Amerika Serikat muncul sebagai polisi dunia. Ya, sendainya aliansi Eropa itu kembali bangkit dan Peradaban Islam pun kian bersatu tanpa harus terpecah – pecah seperti sekarang. Kedudukan Amerika Serikat sebagai negara adidaya pasti akan terombang – ambing layaknya raja yang harus segera lengser dari tahtanya. Tak akan ada lagi polisi dunia dibawah kapitalis Amerika. Namun jangan terburu – buru menyimpulkan hal tersebut tanpa tahu bagaimana fakta – fakta Amerika di masa lampau. Ada ranah yang lebih penting dan tetap menjadi pertanyaan besar disini, “Sejak kapan Amerika menjadi Polisi Dunia?” Marilah kita analisis hal tersebut melalui perjalanan historisnya.

Amerika dulunya bukan terlahir sebagai polisi dunia. Di abad – 16, dirinya baru saja ditemukan oleh bangsa Barat. Sebuah New World, begitulah yang dikatakan oleh Vasco de Gama saat menemukan benua Amerika. Meskipun sebenarnya Vasco de Gama dan Amerigo Vespuci bukanlah orang pertama yang menginjakkan kakinya di benua tersebut, melainkan sudah ada 500 koloni suku Indian disana. Namun seorang professor di sebuah universitas barat menyatakan barat bahwa nama ‘Amerika’ haruslah diambil dari nama seorang Amerigo Vespuci. Perlu Anda ketahui pada mulanya, benua gersang ini dikuasai oleh colonial Inggris di Amerika Utara (Amerika Serikat), dan Spanyol di Amerika bagian Selatan. Perlahan tetapi pasti, Amerika di bagian utara ternyata lebih menunjukkan proses kemajuan yang sangat signifikan sebagai negara Industrialis, ketimbang saudaranya di Selatan yang masih berkecimpung dalam kebudayaan agraris. Kereta api, perkembangan tekhnologi seperti telepon, telegraf, dan listrik bahkan tumbuh menjadi pusat bisnis dunia saat itu. Anda tahu Perusahaan Baja Rockefeller yang terbesar di Amerika Serikat itu?ya, perusahaan itu adalah satu potret kemajuan Amerika Utara di abad – 18. Hingga pada tahun 1776, wilayah ini merdeka dengan Thomas Jefferson sebagai pahlawan populernya. Amerika Utara berubah menjadi negara federasi atau yang lebih kita kenal sekarang sebagai Amerika Serikat. Berbagai consensus, kebijakan luar negri, undang – undang, serta perluasan ke Barat pun dilaksanakan. Dari sinilah perjalanan Amerika Serikat menuju negara Adidaya dimulai.

Di suatu hari saat dunia sedang sibuk – sibuknya ditimpa berbagai peperangan melibatkan seluruh kekayaan vital negara di sekitar tahun 1945 bahkan hingga sekarang. Ada Perang Dunia I, II, Perang Dingin yang melibatkan dua kubu besar yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Uni Soviet dianggap sebagai penghalang Amerika untuk memperoleh gelar negara Adidaya Tunggal. Polisi Dunia tidak akan terbentuk jika Uni Soviet pun masih setara kekuatannya dengan Amerika. Di belahan bumi barat, para kapitalis sedang merencanakan sesuatu diatas meja diplomasi. Apa yang dibicarakan mereka tentunya mendapat keamanan super ketat untuk menjaga beragam informasi yang telah diperbicangkan. Baru setelah dunia aman dan damai, dengan welcome mereka membuka rahasia – rahasia tersebut dihadapan public. Begitulah sang sutradara memainkan peranannya. Ada scenario, pasti ada kejadian yang tampaknya terjadi secara spontan namun faktanya sudah direncanakan oleh mereka yang berkuasa.

Anda masih ingat saat saya menyebutkan tentang FBI, Bilderberg, NATO, CIA, dan DEA? Kelima organisasi ini adalah manuver kapitalis untuk mewujudkan sebuah Orde Satu Dunia. FBI, NATO, CIA, dan DEA merupakan organisasi – organisasi bentukan Amerika dengan Aliansi Eropa yang berperan sebagai badan keamanan dunia. Sebuah aturan menyerukan agar mereka tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Ironis pada beberapa kasus faktanya aturan itu hanya tulisan di atas kertas. Ingat saat ada penulis yang menyebutkan dalam bukunya bahwa CIA terlibat dalam peristiwa G 30 S? Ini adalah urusan dalam negeri Indonesia, dan bangsa kami bisa menanganinya. Namun kenapa harus dinodai dengan keterlibatan CIA sebagai penulis scenario drama G 30 S melalui Soeharto?semua financial melalui tangan kanannya digelontorkan secara besar – besaran. Tak ada pilihan lain, menumpas hegemoni Soekarno atau menghacurkan PKI. Terang saja karena disaat itu mereka termasuk Amerika, sangat takut jika Indonesia jatuh ke tangan komunis. Beruntung karena hingga saat ini bangsa Indonesia mengetahui kejadian tersebut tentunya setelah skenario yang telah dibuat itu benar – benar terlaksana sebagai bagian dari Sejarah Indonesia.

Di era modern, kelima organisasi tersebut masih eksis tentunya dengan tetap menciptakan berlembar – lembar scenario baru utamanya untuk memerangi terorisme. NATO yang berperan sebagai tentara dunia, berdalih mengemban tugas Hak Asasi Manusia. Realnya di beberapa kasus, sangat tidak kontekstual dengan misi yang mereka emban. Tidak sedikit kaum sipil Timur Tengah yang menjadi korban dari intervensi mereka. Di satu sisi memang harus diakui organisasi – organisasi tersebut mencoba memerangi terorisme, namun di sisi lain, ada kepentingan – kepentingan tertentu hingga membuat kasus – kasus yang ditangani selalu mengakar kemana – kemana. Namun ada satu organisasi yang sangat jarang sekali bahkan hamper tidak pernah dibeberkan secara gamblang. Bilderberg! Organisasi super rahasia dan bisa dikatakan sebagai organisasi pembuat scenario dunia yang didalamnya terdapat orang – orang besar penentu stabilitas ekonomi dan politik Internasional, semua yang menentang akan digeser. Ya, itu hanyalah sebagian kecil cerita dari polisi dunia kita.

Dulu ketika komunis masih menjadi saingannya, mereka diorentasikan sebagai pembendung komunis agar dunia bisa berada dibawah bendera kapitalis dengan Amerika Serikat sebagai pimpinannya. Kini, ketika Uni Soviet telah terkubur, Amerika Serikat mencoba memainkan peran selanjutnya yakni sebagai Polisi Dunia. Berperan sebagai Polisi yang gajinya adalah kekuasaan Dunia.

0 komentar:

Poskan Komentar