MONOTUN

♠ Posted by Aryni Ayu in at 06.35
Aku, menjadi angggota dari sebuah lembaga jurnalistik yang sama sekali lekat dengan kata – kata “Monotun”. Tidak ada inspirasi, tidak ada kebebasan, dan tidak ada kebenaran.


AKU, hanyalah seorang penggemar Avril Lavigne yang enggak tahan dengan kata – kata “Monotun”. Entah harus mulai darimana aku menulis artikel ini, yang ada dibenakku sekarang hanya menulis, menulis, dan menulis. Tidak pernah terbesit di otakku untuk merebut, menggilas, bahkan sampai membunuh lawan – lawanku hanya untuk sebuah kehormatan yang kosong mlompong tanpa isi dan makna. Ya..seperti yang dilakukan oleh para pendahuluku. Aku, menjadi angggota dari sebuah lembaga jurnalistik yang sama sekali lekat dengan kata – kata “Monotun”. Tidak ada inspirasi, tidak ada kebebasan, dan tidak ada kebenaran. Benar – benar membuat otakku serasa ingin mereproduksi otak – otak mereka supaya segar kembali. Sudahlah, aku tidak butuh jabatan – jabatan ‘kosong’ itu. Aku hanya menginginkan sebuah media jurnalistik yang benar – benar bersih dari kepentingan – kepantingan kotor. Tak perlu lagi lah kita mengeluarkan otot – otot leher dan bola mata kita saat sidang tahunan anggota berlangsung. Tak perlu juga sidang berjalan monotun. Selalu serba lambat dan penuh perdebatan kosong. Buat apa? hanya demi kehormatan dan kepentingan golongan semata? Oh come on, pertunjukkan kalian itu sudah terlalu ‘monotun’, basi, sudah sepantasnya dibuang ke tempat sampah!

Mungkin pembaca akan merasa kebingungan membaca artikel ini, karena penulis memang benar – benar sudah jenuh. Aku hanya ingin MENULIS, hanya ingin mengungkap hal – hal yang seharusnya menjadi bahan kritisan, dan tidak menginginkan kepemimpinan yang otoriter alias gila hormat. Kenapa masih saja dihalang – halangi? Seakan – akan ada di sekat tebal yang memisahkan antara malaikat dengan setan. Lalu apa bedanya mereka dengan para penjahat? Jika seorang yang benar – benar ber-IDE jurnalistik harus tertutup dengan ide – ide kotor para birokrat kecil. Kenapa harus dipermudah jika itu bisa dipersulit? Ya, mungkin slogan itu yang mereka pakai sebagai almamater. PANTAS jika otak mereka benar – benar lumpuh, terlalu banyak konsep, No Action Talk Only!

2 komentar:

Poskan Komentar