Entah : (Aku) Estafet – lah Wanita Modern!

♠ Posted by Aryni Ayu in at 21.35
Entahlah bagaimana pemikiran wanita – wanita sebayaku sekitarku, yang aku tahu merdeka. Tapi katrok! Orangnya modern memang, tampilannya. Tahu lah isi otaknya(?), jangan kalah sama tahu isi! Lama tidak menulis, entah seperti apa rasanya. Dunia serasa berputar arah ke medan yang paling gelap. Jika kemarin hanya berputar – putar di angkringan politik, bertarung diantara sesama rekan intelektual, kini berada di pertautan kehidupan, antara dendam, melupakan seorang brengsek, mencari cinta membuang cinta dan menemukan seorang pangeran. Taulah apa itu hidup kini! Dulunya hanya seorang gadis bergelar preman, acak – acakan. Ditengah, melawan arus menjadi seorang pendiam, pura – pura lugu dan pura – pura anti social, demi kesempurnaan! Entahlah gadis seperti apa aku dulu, aku tak kenal. Aku yang kenal aku sekarang adalah sosok yang bebas, independen, cerdas, dan tak terlalu agamis. Entahlah bagaimana prosesnya, yang aku tahu, nilai – nilai agama terkadang sudah terlalu lamban, kolot, dan kuno. Ah, tapi aku tetap jadi diantara mereka, tetap menghormati mereka. Oh, untuk apa membahas ini, bikin kisruh! Tahu kan Indonesia itu seperti apa? (!) Yang paling dirasakan gadis penyuka Avril ini, justru kegundahannya! Gundah tujuan hidup, gundah arah, dan gundah lelaki. Masalahnya, tujuan yang dinamis itu sulit. Tak semudah dengan tujuan monotun. Bisa saja sewaktu – waktu tujuan kolot itu sampai duluan di garis finish, dan lagi – lagi, monotun tapi! Ah, aku bukan orang seperti ini pikirku. Aku lebih suka ada diantara banyak tujuan, banyak tantangan hidup, tapi aku takut disalip orang – orang yang punya tujuan monotun? Estafet makanya! Cepat! Lagi soal arah, aku rasa sudah pada kiblatnya, kearah kemajuan. Kemajuan wanita, kemajuan karir, kemajuan intelektual, bukan kemajuan rumah tangga, idih! Entahlah bagaimana pemikiran wanita – wanita sebayaku sekitarku, yang aku tahu merdeka. Tapi katrok! Orangnya modern memang, tampilannya. Tahu lah isi otaknya(?), jangan kalah sama tahu isi! Entah, yang kutulis hanyalah sepenggal murka, sepotong harapan, tanpa asa yang putus. Point ketiga, gundah lelaki, ya, aku memang selalu bodoh dalam hal ini. Bagaimana si persetan telah lama mengiang di pikiranku, dijiwaku, hingga tak kenal cinta. Tapi mulai sekian detik, persetan itu mulai hilang, digantikan percintaan. Oalah, ketawa ngakak! Mungkin sudah menemukan pangeran gadis ini, terimakasih cinta! (kata bang Afgan). Asal ingat aja, cinta tak boleh meruntuhkan modernitas wanita! Berentah – entah hingga mabuk. Inilah hidupku. Tanpa ‘entah’, tak bakal ada harapan, tak ada reka – reka, dan tak ada usaha. Melalui ‘entah’, ekspresi jiwa seakan tertahan sekian detik, lalu mengalir selamanya. Orang akan mulai menemukan mimpinya, tujuannya, arah hidupnya, dan cintanya. Larinya wanita modern, tak lain dan tak boleh diharamkan (selain Gaga) adalah estafet. Wanita harus berdaya menghadapi ini. Tak mudah memang memakai kata ‘entah’ untuk suatu idealisme, ditengah orang – orang berotak monotun, maka ESTAFET – lah wanita modern!

0 komentar:

Poskan Komentar