Chapter 3 - Pending

♠ Posted by Aryni Ayu in at 08.18

ARYNI AYU PROJECT 
 
Hari ini tak ada yang spesial. Hanya makan sahur bareng keluarga, meski tetek bengeknya batal puasaku, badan ini tak bisa diajak kompromi ternyata. Malam, berharap sampai masuk ke mimpi – mimpi mampu menggapai tangga pertama skripsi, pengajuan judul. Tapi ternyata si dosen hakim itu tak nampak batang hidungnya di kampus tadi pagi, oh god! Andai bisa kuajukan dari minggu kemarin saat pusing – pusingnya menulis karya ilmiah. Saat dosen itu bolak – balik aku tanyai masalah judulku, “pak, saya sudah ke tempat A, dan masalahnya ini itu, bagaimana pak? Pak, bapak sibuk? Saya boleh ngajukan sekarang? Apa jawabnya? “sekarang juga gak apa – apa”, oia pak, saya siapkan formulir dulu. Sambil menggaruk kepala, judul apa yang harus aku ajukan? Aku masih tak ada rasa pak, tapi itu seminggu yang lalu. Sayang beribu sayang, harus aku ajukan sehabis idul fitrinya hari,uh!

Belum lagi berliter – liter ingus dari hidung, tak ada habisnya menerjang saat aku mengendarai sepeda, jijik. Kuputar – putar terus  kendaraan ini mengelilingi kampus, tak juga aku temukan si dosen hakim itu. Ya sudahlah, untuk hari ini, cukup sekian. Untuk hari selanjutnya, aku bakal estafet. Sampai dirumah, badan masih berat, hidung juga penuh ingus, full! Apalagi kepala, serasa tak ada otak didalamnya, sulit sekali diajak untuk berpikir, tak biasanya! Bingung aku, mau berbuat apa untuk proyek hari ini, menulis? Judul belum diajukan. Mendesain baju? Tak ada bahan. Sekedar gila – gila an? Keluarga lagi diem dirumah, malu. Sudahlah, aku pilih bermain game fashion, lalu tertidur selama – lamanya manusia tidur, dengan badan tak karuan sakitnya. Ya, aku memang sakit. 

Tapi satu hal kecil yang menyenangkan. Aku berani menelepon MPR RI, tempat para orang penting berkumpul, si koruptor yang memakai topeng, atau orang – orang tua jenius yang berbicara layaknya raja – raja kecil, haha begitu bangga aku. Meski bertelepon hanya untuk menanyakan kabar karya ilmiahku yang sudah sampai atau belum, tak peduli siapapun yang mengangkat, yang jelas, aku sudah mengambil langkah berani. Untuk pertama kalinya suara ini bercakap – cakap dengan orang penting.  

Malam tiba, tak ada juga sesuatu yang patut diapresiasi, karena tubuh ini dibawa ke dokter dan divonis sakit. Yang patut diapresiasi, sedikit saja! Hanya memodifikasi gambar – gambarku di laptop, membikinnya lebih menarik dan kreatif, apalagi jika tak untuk desain kamarku. Hanya itu yang kulakukan hari ini. Banyak rencana sebenarnya yang telah aku buat. Besok aku berencana mendesain kamar, suatu kesukaan yang telah lama sekali tak aku sentuh. Semoga sesuai rencana, go a head!

0 komentar:

Poskan Komentar