Chacapoyas, Peradaban Pra Inca

♠ Posted by Aryni Ayu in at 07.13


Peradaban Pra Inca, menjadi basis terbentuknya kolaborasi kebudayaan dan mitologi antara suku Inca dengan suku – suku sebelumnya yang pernah hidup di wilayah Peru bernama Chacapoyas. Merupakan seperangkat kota kuno yang berisi peradaban pra Inca yang sempat terkubur selama ratusan tahun dan berhasil diketemukan oleh para ahli erkeologi pada tahun 2008, di Puncak Amazon Peru. Kota kuno bernama “Chachapoyas yang sifat kebudayaannya dilansir oleh para peneliti tidak jauh berbeda dengan suku Inca, yang konon disebut sebagai negeri “orang – orang awan”. Persepsi ini kemungkinan besar timbul akibat acuan puncak pegunungan Andes yang berselimut awan. Meskipun kehidupan dan kebudayaan Chachapoyas telah berlangsung sejak abad ke – 9, namun sampai sekarang masih sedikit pprosentasenya untuk mengungkap tentang kehidupan mereka akibat dari terbatasnya catatan sejarah yang ditinggalkan serta terisolirnya tempat tersebut. Hanya ada serangkaian jejak peradaban kota Chachapoyas sebagai corak dari kebudayaan masyarakatnya yang masih terkubur dalam sejarah. Berikut merupakan bukti – bukti sejarah peninggalan Kota Kuno Chachapoyas yang ditemukan oleh tim ekspedisi Arkeologi pada tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yaitu sebagai berikut :
a. Patung – patung Chachapoyas
Patung Negeri Awan



Patung – patung berderet yang ditemukan di kota kuno dan terbuat dari bahan material Clay dan Plant matt ini tak jauh beda dengan tempat pemakaman. Di setiap patung – patung yang berjajar menunjukkan strata, melambangkan tokoh yang dimakamkan disana serta menunujukkan peranan orang – orang yang pada saat itu hadir dalam kehidupan Kota Chachapoyas. Diantaranya seperti patung – patung dengan sebutan “prajurit awan” yang posisinya menghadap kearah matahari. Hingga kini, prajurit – prajurit tersebut tetap berdiri tegak menemani peradaban manusia yang kian maju.

Mereka melambangkan keperkasaan masyarakat Chachapoyas di masa itu. Makam dari tokoh – tokoh ini diantaranya terletak di Chullas yang isi tebingnya dicat dengan atap runcing, khususnya seperti yang ditemukan di daerah Revast. Lebih unik lagi dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat modern, posisi dari patung – patung berisi mumi tersebut sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat di zaman itu membawa serta menempatkan hasil budayanya di lokasi tersebut. Hal ini terungkap karena berdasarkan penelitian oleh para ahli arkeolog, tidak ada satupun rute jalan yang bisa diakses untuk menuju lokasi pemakaman, yakni tempat peletakkan patung para tokoh Chachapoyas. Ditambahkan lagi dengan adanya informasi yang menyatakan bahwa situs Karijan tersebut dibangun selama hampir 1 Milennium, turut menambah serangkaian teka – teki yang masih belum terungkap dibalik keberadaan Kota Kuno Chachapoyas.

b. Bangunan – bangunan di Tepi Jurang





Bangunan – bangunan yang berada di tepi jurang turut menambah serangkaian kebudayaan yang terbentang di Kota Chachapoyas, sebuah kota yang masyarakatnya hancur akibat dari penyerangan bangsa Inca di abad – 15. Dimana bangunan – bangunan tersebut ditemukan oleh para ahli arkeologi di tahun 2008 bersamaan dengan temuan benteng – benteng dari batu, sisa – sisa tembok yang didalamnya memuat berbagai pahatan lukisan, dan kesemuanya tersebut tereletak di tepi jurang. Apa yang membuat peninggalan dari karya Kota Chachapoyas tersebut berada di tepi jurang dan tentunya ada pada lokasi yang tinggi lebih diasumsikan karena masyarakatnya ingin melindungi diri mereka dari serangan musuh seperti bangsa Inca.

Komplek Kuelap



Selain itu terdapat pula sebuah tempat bernama “Kuelap”, yakni salah satu peninggalan konstruksi Chachapoyas yang didalamnya terdapat sekitar 400 ratus gedung dengan kemungkinan terbesarnya ditempati oleh 3500 jiwa masyarakat awan. Kuelap ini dianalisis sebagai benteng monumental yang berada 9500 meter di atas permukaan laut dan dialpisi oleh batu – batu besar diluar konstruksi bangunannya. Kompleks Kuelap ini menjadi bagian dari rekaman sejarah masyarakat Kota Chachapoyas yang telah begitu tinggi peradaban serta kebudayaan di masanya yang diperkirakan telah hidup lebih dari 1000 tahun lalu tepatnya sebelum abad ke – 9.
Dibalik kejayaan peninggalan kebudayaannya, serta sedikitnya catatan sejarah yang mereka tinggalkan. Dapat dilansir bahwa diakhir kekuasaannya, masyarakat Chachapoyas seperti yang telah dijabarkan mendapat serangan dari suku Inca yang pada saat itu tengah mengalami kejayaan hegemoninya pada abad – 15. Meskipun mereka mencoba melawan penyerangan secara ofensif dari suku Inca namun nyatanya di abad itu pula menandai hancurnya peradaban masyarakat Chachapoyas. Sejak kehancuran bangsa ini, peradaban Inca terus menerus mecoba mengkolaborasikan kebudayaan mereka dengan kebudayaan Chochopoyas. Ada pula informasi yang menyebutkan bahwa sisa dari suku – suku Chachapoyas berusaha membuat kerjasama dengan bangsa Spanyol yang datang pada tahun 1535,tapi naas, akibat dari datangnya penyakit cacar, peradaban Chachapoyas itu benar – benar hancur dan populasinya pun menghilang. Hal inilah yang juga menyebabkan mengapa begitu sedikit catatan sejarah yang ditinggalkan oleh mereka.

4 komentar:

kota chachapoyas itu milik kerajaan mna mbak????? lalu mngpa kok kota chachapoyas saja yg d serang oleh bangsa inka?????

Chachapoyas tu yA bangsa sebelum bangsa INCA,,tw kan?tu yg bareng2 m suku maya juga..
iY diserang,,kaN bangsa Inca tU orG2x suka perang,,sama sprti suKu maya jg..

trim's jawabannya........sbnernya, q kurg paham ttg srjarah ini.......tpi lmyanlah, ada sdkit wawasanq yg masuk dr tulisanmu.....

kalo sejarahnya Indonesia..yang terletak di Jawa timur...lokasinya kota Jember...yang ada UNEJnya....sejarahnya bagaimana ya!? sy ko ga tahu, mengapa juga ko kota itu diberi nama Jember? ko ga apa ke...

Poskan Komentar