Bangkitnya Peradaban Islam = Kehancuran Amerika Cs

♠ Posted by Aryni Ayu in at 07.01

-Day 5-
14 Juni 2011

Ditemani suara adzan magrib yang begitu merdu, tapi sayang yang ngumandangin agak fales dikit suaranya,minum air putih donk! upz, map ya mas.() Ngomongin soal adzan, yupz, pasti gak kalah serunya kalo kita ngebahas soal islam. Tapi jangan terpaku sama isu – isu terorisnya, itu kan cuma manipulasi para kaum adam dan hawa yang missunderstending aja! Coba understand, enggak bakal deh segawat itu keadaannya. Yang America vs Osama lah, Obama love Osama (upz salah), Pemboman menara kembar, Penghancuran negara – negara yang di Cap Teroris lah. Come on, don’t lie to me! Pasti ada dalang dibalik itu semua, impossible kalau kejadian – kejadian itu terjadi secara tidak disengaja. Entah itu dari pihak Barat ataupun Pihak Timur. Ada maling teriak maling disini, ada udang dibalik batu, dimana ada Teroris disitu ada Amerika. Ya, sebagai public, mungkin saya terlalu berani untuk berbicara ranah yang sedemikian pro – kontra ini. Tapi apa daya, sebagai anak muda Indonesia yang provokatif – proaktiv, harus bisa mengkritisi dan menyuarakan apa yang sedang menjadi perdebatan dunia. “Demokrasi !”kata Mr. Obama,isn’t it?

STOP! ketika Anda menemukan tulisan ini, jangan mengklik lainnya, cukup siapkan makanan, music, dan segalanya untuk menikmati sesuap sajian kritis ala Aryni Ayu (That’s me,haha). I gotta sick obsession, secarik lagu dari KE$HA, ya, tampaknya sangat cocok untuk artikel ini. Of course, I gotta sick obsession saat harus melihat berita – berita internasional yang membahas tentang gejolak Timur Tengah. Pagi, siang, sore, malam, para pembuat opini masyarakat tersebut tak bosan – bosannya memutar aksi – aksi para pelaku gejolak. Melaporkan kejadian – kejadian terupdate, bagaimana sikap pemerintah dalam menangani aksi tersebut, bagaimana peran Amerika sebagai Polisi Dunia? Semuanya diputar setiap waktu di acara televisi, asal tidak memutar balik, dan memporak porandakan fakta saja! Bahkan Lady Gaga yang kabarnya menghadiri acara Gay di Jerman beberapa hari lalu, serta berita tentang acara MMVA para musisi Hollywood pun harus tersaingi dengan berita – berita gejolak yang terjadi di Timur Tengah. Ya, inilah yang membuat saya merasa sick obsession jika tidak menulis kisah – kisah mereka dalam memperjuangkan sebuah tsunami revolusi, meskipun penjelasannya hanya berupa tataran global, but why not? Rekonstruksi revolusi mereka masih belum selesai.

Bangkitnya peradaban Islam akan sama saja dengan kehancuran kaum kapitalis. Coba saja dianalisis, pasti statement ini benar. Itulah sebabnya mengapa negara – negara Barat itu berusaha keras mengintervensi urusan dalam negeri negara – negara di Timur Tengah. Secara ekonomi, pasti membutuhkan berliter – liter minyak untuk mendinamiskan pabrik – pabrik teknologi dan industry negara – negara Barat. Dalam perspektif sejarah, kemungkinan besar mereka takut jika peradaban Islam kembali bangkit seperti saat Iskandariyah berhasil dikuasai oleh dinasti Ummayah dibawah Tariq bin Ziyad. Rute perdagangan vital menjadi milik Islam, dan para penguasa Barat pun mau tak mau, suka tidak suka, harus menyingkir dari roda perdagangan untuk sementara hingga akhirnya penguasaan Barat mulai bangkit lagi di masa modern. Kebangkitan Barat yang kemudian harus dikuasai oleh hegemoni besar dengan Amerika Serikat sebagai adidaya tunggal. Ingat saat Jayabaya mengeluarkan ramalannya bahwa bahwa suatu hari para kolonial akan pergi dari tanah air Indonesia. Hampir mirip dengan ramalan salah seorang kaisar Cina di zaman aristokrasi bahwa suatu hari Dunia akan dikuasai oleh keturunan Mongol dan Asia. Pada realnya meski terdengar utopis, ramalan – ramalan ini benar adanya. Amati saja sekarang, perekonomian terbesar Asia sangat bergantung pada negara Cina dan Amerika Serikat, ditambah lagi dengan Iran yang siap menerjang negara – negara Barat. Faktanya, setelah Saddam Hussein tumbang 8 tahun yang lalu, mereka bukan saja menentang kekuasaan dibawah Amerika, bahkan siap dan mampu menyaingi kesetaraan pendidikan dan tekhnologi negara – negara Barat. Itulah yang membuat Amerika tak jemu mendengung – dengungkan pembasmian terhadap nuklir Iran dan siap menggalang sikap renggang terhadap negara tersebut. Karena pertama, jika dianalisis, Iran tidak lagi membutuhkan bahan baku dari Barat untuk memutar roda tekhnologi, mereka bisa membuat sendiri. Kedua, pendidikan mereka yang mulai dilirik oleh masyarakat internasional.

Memang menjadi pertanyaan besar mengapa reformasi di Timur Tengah baru terjadi sekarang di tahun 2011? Akankah Kebangkitan mereka yang nantinya dibawah bendera demokrasi pada akhirnya akan mampu menggeser kekuasaan Amerika Cs (Aliansi Eropa)? Ya, butuh pemikiran yang begitu berani dan kritis untuk menjawab kedua pertanyaan kursial tersebut. Karena tanpa keberanian dari para elit Timur Tengah untuk berkata TIDAK terhadap hegemoni A.S Cs, Timur Tengah untuk yang kedua kalinya akan berada di bawah pressure politik standart ganda yang dijalankan Amerika Serikat. Anda tahu sendiri, selama ini Amerika bermuka dua! Itulah yang disuarakan oleh para pengamat Timur Tengah dan faktanya memang seperti itu. Di satu sisi, mereka begitu semangat menggaung – gaungkan nama HAM dan misi Kemanusiaan untuk mengintervensi Afganistan, Irak, dan Libya. Tapi di sisi lain, ada ‘topeng’ yang tersembunyi disini, dan siapa pun belum mampu membukanya secara gamblang. Kiranya hanya suara Ahmadinejad, seorang pemimpin Iran yang begitu mencerca intervensi NATO dan antek – antek Amerika terhadap Libya karena faktanya berimbas pada warga sipil. Lihat saja berapa warga sipil yang harus rela menjadi korban intervensi asing di negara – negara Timur Tengah.

That’s fact, mari kita flashback secara global bagaimana awal mula gejolak di Timur Tengah itu bisa terjadi. Di awal abad 21, Amerika berpesta pora untuk merayakan kehancuran musuh terbesar mereka, Uni Soviet. Tiada lagi sudah pihak – pihak yang akan menghalangi rencana ‘Orde Satu Dunianya’, yakni penguasaan terhadap belahan bumi Barat dan Timur. Kecuali satu orang disini yang berusaha menjadi batu bagi cita – citanya, yaitu Saddam Hussein. Dia berusaha mengintervensi Iran, dan Anda tahu sendiri tidak begitu buruk jika diintervensi oleh sesama bangsa daripada harus bangsa asing. Amerika yang juga punya misi tertentu terhadap Iran, utamanya sebagai tempat pengerukan bahan baku minyak secara besar – besaran bagi Industrinya. Tentu saja tak akan berhasil jika Saddam Hussein turut menginjakkan kakinya di wilayah harta karun Amerika Serikat tersebut. Well, bisa ditebak, Anda tahun sendiri kan Amerika terus – menerus mengklaim dengan isu – isu yang dibuatnya entah itu real atau tidak kepada Saddam Hussein. Hingga akhirnya Saddam Hussein berhasil dijegalnya 8 tahun lalu, yang sampai sekarang bahkan menyisakan perang saudara yang belum terselelesaikan di Irak, tentu saja akibat intervensi Amerika Cs. Afganistan yang sejak tahun 2001 menjadi sasaran tempur Amerika untuk mencari – cari pelaku pemboman WTC, meski Osama Bin Landen pada bulan Mei 2011 kemarin berhasil dimatikan, namun dampak intervensi mereka masih tersisa hingga sekarang. Satu lagi akar dari berbagai pergolakan di Timur Tengah, yakni perseteruan antara Israel sebagai sekutu Amerika, dan Palestina sebagai pihak yang menderita akibat pengklaiman wilayahnya oleh Israel. Ya, kesemuanya tersebut menjadi lembaran hitam Timur Tengah, menjadi salah satu factor pula mengapa mereka dipimpin oleh para dictator. Di satu sisi, dictator ini bekerja untuk rakyat, namun di satu sisi mereka bisa menjadi sekutu kaum kapitalis.
Meneropong drama kebangkitan kembali negara – negara Islam rupanya masih menorehkan banyak teka – teki. Para pakar politik, dan pengamat Timur Tengah mencoba berbagai penilaian – penilaian serta prediksi kearah mana nantinya gejolak – gejolak tersebut akan bermuara. Setelah rakyat mampu menggeser para dictator itu, akankah mereka mampu memperjuangkan pembangunan bangsa? Ataukah vacuum of power yang pasti terjadi setelah para pemimpin tergeser akan digantikan oleh rakyat atau sekali lagi diperintah oleh tangan – tangan kapitalis barat? Sekali lagi, butuh pemikiran yang tidak saja kritis untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut, namun juga berani!

Bolehlah kita berandai – andai dengan tetap berpegang pada fakta, seandainya gejolak negara – negara di Timur Tengah itu, sebut saja Libya dan Suriah yang hingga kini belum menemukan titik temu. Baik PBB, elit – elit Amerika ataupun Liga – Liga Arab, masih saja berbingung – bingung ria untuk menelurkan sebuah solusi bagi permasalahan yang begitu kursial ini. Andai saja Libya dan Suriah sebagai dua contoh negara yang sedang bergejolak berhasil menggeser kedudukan pemimpin – pemimpin yang begitu dictator itu, dan memiliki inisiatif untuk meniru perjuangan Ayatullah Khomeini dalam menghembuskan semangat revolusi di kalangan rakyat Iran, bukan tidak mungkin jika peradaban Islam yang selama ini terkubur oleh hegemoni kaum kapitalis akan bangkit mengalahkan kawanan Amerika!


2 komentar:

mangtab artikelnya.... nice blog juga... aq dah follow, ditnggu follbacknya yah.... di http://agungbudisatrio.blogspot.com/
makasih...

hehe,,,iya mksH bxk dh dibaca,,
oke,,udH t follow kok,,,:)

Poskan Komentar