Kisruh PSSI, Pertarungan Politik atau Nurani?

♠ Posted by Aryni Ayu in at 01.33

Negara geger!!bukan karena rencana pemerintah menaikkan harga bbm bersubsidi,bukan karena teror bom di mana-mana,juga bukan karena indonesia sebagai negara maritim malah kebanjiran ikan asin impor.Masalah sosial politik yang terjadi,mungkin sudah membuat masyarakat jengah dan apatis,terserah mau di bawa kemana arah negara ini,yang penting bagaimana saya besok bisa dapat rejeki yang halal untuk anak istri.Begitu mungkin pemikiran sebagian masyarakat yang sudah berada di titik jenuh penantian akan perbaikan bangsa yang tak kunjung terjadi.

Tapi kali ini negara geger karena PSSI!Ya,kali ini giliran organisasi pimpinan Nurdi Halid (NH) ini yang membuat para penganut gila bola meradang.Soal kronologis kegeraman mayarakat bola terhadap Nurdin Halid,mungkin sudah banyak media yang lebih tuntas mengupasnya.Dan puncaknya adalah kekisruhan yang terjadi dalam Kongres PSSI di Riau 26/03/2011 lalu.PSSI jadi terbelah,yang pro status quo bertekad mati-matian mempertahankan singasananya,apapun cara dan statemennya.Sedangkan yang merasa sudah muak dengan kepemimpinan NH,dan merasa memiliki hak suara juga menabuh genderang perang dengan tetap melanjutkan kongres untuk memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding,untuk selanjutnya memilih Ketua Umum PSSI yang baru.

Suasana semakin memanas ketika menpora yang merupakan representasi pemerintah turun gunung untuk memberikan kalimat saktinya bahwa PSSI di bawah kepemimpinan NH tidak di akui lagi.Selesai?..hohoho..belum bung,kubu NH semakin kebakaran jenggot karena merasa kekuasaannya benar-benar terdesak..Mereka benar-benar makhluk yang pantang menyerah (tipikal khas pengusaha sukses dan cerminan gen nenek moyang warga Sulawesi yang terkenal dengan keberaniannya mengarungi lautan di masa lalu).Kubu NH dalam peryataannya malah meminta presiden untuk mencopot menpora karena dianggap tidak lagi layak menjabat sehubungan dengan titahnya tidak mengakui PSSI versi NH lagi.Dan hebatnya kubu NH pun tidak sudi mengakui kepemimpinan menpora yang menaungi seluruh cabang olah raga di bumi Indonesia,dan menyiapkan pengacara handal untuk menggugat menpora.Tangguh kan mental NH cs?

Sedangkan nun di luar sana bisa saya pastikan,ribuan penggemar bola tanah air berdiri di belakang pemerintah.Sudah sejak lama nurani suporter sepak bola terkoyak dengan era NH di PSSI.Menurut mereka sudah terlalu banyak dosa yang di buat oleh kubu NH,sementara prestasi timnas sepak bola jalan di tempat.

Untuk pertama kalinya pemerintah melakukan kebijakan yang begitu populis dengan lebih mendengarkan jeritan nurani para suporter bola yang selama ini terabaikan.
Dalam kondisi sekarang bisa di katakan posisi PSSI NH di kepung dari segala penjuru.Mulai semua suporter bola,pemerintah,,LSM (khususnya ICW yang getol mendorong NH di ajukan ke meja hijau untuk di adili atas kasus dugaan korupsi),bahkan anggota PSSI sendiri.Kredibilitas PSSI benar-benar jatuh terlentang,kecuali mereka yang pro dengan status quo.

Mungkin terlalu jauh mengatakan ada intrik politik dalam kasus kisruh PSSI ini.Tapi bukan tidak mungkin hal ini benar adanya.Menpora adalah representasi pemerintah yang kini tengah berkuasa(Partai Demokrat),sedangkan PSSI di pimpin oleh salah satu anggotai partai politik yaitu Golkar.Bukankah 2 partai itu tergabung dalam koalisi?.Benar,tapi ingatkah kita dengan"kenakalan"partai Golkar dalam sidang hak angket kasus mafia pajak kemarin karena di anggap melanggar kontrak koalisi?yang membuat politisi Demokrat mencak-mencak?yang membuat kredibilitas Demokrat anjlok di mata masyarakat?

Meskipun kasus itu redup perlahan dengan sendirinya,tapi tidak bisa di pungkiri aroma sangit bekas mesiu pertempuran di parlemen kemarin masih tercium.Bisa jadi kini Demokrat memegang senjata ampuh untuk menyerang balik secara halus partai Golkar lewat kisruh di PSSI.Karena mungkin tidak sedikit politisi Demokrat yang kemarin kecewa dengan sikap Presiden yang membatalkan Reshuffle menteri dari partai Golkar,yang menurut mereka sudah berbuat nakal di parlemen.Dan sekarang adalah momentum yang tepat bagi Demokrat untuk melancarkan langkah balasan.

Ibarat bermain catur,langkah Demokrat begitu cantik,dengan tidak mau secara frontal menyerang,tapi memilih menunggu dan memberi kesempatan NH (Golkar) untuk memainkan bidak catur terlebih dahulu yaitu penyelenggaraan Kongres.Menpora tahu,bahwa kongres tidak akan berlangsung mulus karena resistensi masyarakat dan sebagian anggota PSSI terhadap NH begitu kuat,sedangkan kubu NH pasti akan mati-matian mempertahankan wilayahnya.Nah ketika Kongres menjadi benar-benar deadlock,maka Menpora langsung mengeluarkan langkah-langkah untuk menggempur pertahanan NH cs
Dengan dukungan hampir semua masyarakat pecinta bola,yang merupakan hampir mayoritas rakyat Indonesia,Demokrat seperti memiliki pasukan yang legitimate untuk memborbardir pertahanan kubu NH yang merupakan representasi Golkar.Dengan berpihak kepada pecinta bola maka kredibilitas Demokrat yang sempat jatuh bisa sedikit terselematkan.

Sempat ada analisis pengamat yang mengatakan bahwa kekisruhan Kongres kemarin sengaja di desain oleh kubu NH,agar bisa mengulur waktu untuk melobi anggota-anggotanya yang berkeinginan membelot.Hal ini di perkuat dengan statemen pejabat FIFA menyatakan selalu di halang-halangi untuk memantau jalannya kongres,setelah PO PSSI di tolak oleh FIFA.Kalaupun analisis ini benar adanya,maka bisa dikatakan itu adalah blunder terbesar yang dilakukan oleh kubu NH,ibarat memberikan bola ke musuh di dekat garis gawang.

Kalaupun ada juga umor yang menyebutkan sebenarnya NH sudah berniat mundur dalam kongres,mengapa sekarang kubu NH malah ngotot mengangkat senjata dengan menggugat pemerintah?bukankah itu tindakan konyol?atau karena NH merasa terdholimi?jika merasa terdholimi bagaimana perasaan NH ketika Final Piala AFF lalu sempat berniat menaikkan harga tiket masuk?meski akhirnya di batalkan,tapi ada embel-embel.."itu atas perintah atasan saya,yaitu ketum Golkar".Bukankah itu sama saja tidak menghargai pemerintah (presiden SBY) yang sempat meminta menurunkan harga tiket,tapi di tolak NH.Juga tidak menghargai masyarakat pecinta bola yang juga merasa keberatan dengan kenaikan harga tiket?

Apapun itu,genderang perang sudah di tabuh,amunisi sudah di siapkan,pasukan suporter sudah berada di garis depan untuk mengawal langkah pemerintah memperbaiki PSSI.PSSI yang selama ini merasa hidup di planet lain harus memutar otak dan strategi untuk menyelematkan posisinya yang kian terdesak.

Tinggal kita tunggu bagaimana hasil akhirnya nanti..Jika pemerintah berhasil membawa perubahan di tubuh PSSI ke arah yang lebih baik,maka itu bukan saja kemenangan suprter dan pemerintah semata (Demokrat),bukan saja kemenangan politik tapi juga kemenangan hati nurani.Tapi jika politisasi kembali bicara,semisal ketum Golkar ikut turun gunung dan berhasil melobi pemerintah untuk gencatan senjata,maka impian akan mengembalikan PSSI ke khitahnya sebagai alat pemersatu bangsa akan semakin berada di titik abu-abu.Karena kita harus ingat kenakalan Golkar dalam angket mafia pajak kemarinpun tidak mampu menggoyahkan kedudukan Golkar dalam koalisi

Lepas dari itu mungkin ada baiknya kita tidak terlalu berburuk sangka terhadap pemerintah yang sudah sudi turun ke bumi untuk mendengarkan jeritan nurani masyarakat pecinta bola.Perlu kita apresiasi usaha pemerintah untuk (sementara ini) menyelamatkan persepakbolaan nasional.Meskipun harus melalui jalan yang terjal dan berliku.

0 komentar:

Poskan Komentar